Jumat, 08 September 2017

5 Alasan Kenapa Sobat Nesia Harus Melakukan Travelling

Photo by : Ohayo.co.id

Sobat Nesia disini siapa sih yang nggak suka dengan aktivitas travelling atau jalan-jalan ? apalagi gratis, he he he. Bisa dipastikan, banyak bahkan semua orang akan menjawab suka dengan aktivitas travelling yang menyenangkan satu ini. Apalagi, kalo travelling dilakukan bareng para sahabat dan orang-orang tercinta. Tentuny aktivitas travelling akan semakin sangat mengesankan dan bahkan bisa menjadi salah satu kenangan terindah dalam hidup sobat nesia. 


Berikut sumbernya yang dikutip dari laman metro.co.uk, travelling merupakan aktivitas yang sangat penting untuk dilakukan bahkan di negara maju aktivitas travelling sangat diwajibkan untuk setiap warga dan apabila ada orang yang tidak melakukan travelling dalam setahun maka banyak yang menganggap bahwa orang tersebut tidak mampu dalam perekonomian jadi di beberapa di negara maju, orang yang dianggap tidak mampu akan mendapatkan santunan untuk melakukan aktivitas travelling. Nah, tentunya travelling ini lebih berkesan jika dilakukan ketika saat masih muda, dengan istilah biar masa muda kita nggak kurang bahagia. So, kenapa sih alasan travelling sangat penting untuk dilakukan? Yuk simak berikut ulasannya.

Membuat Pikiran Menjadi Lebih Rileks

Travelling atau jalan-jalan adalah salah satu cara termudah untuk membuat pikiran menjadi lebih rileks, lebih tenang dan kembali fresh. Travelling juga akan membuat otak menjadi kembali segar. Nah, walaupun nggak jarang kalo travelling membuat fisik menjadi capek dan lelah, tetapi travelling yang berkualitas dapat membuat rasa lelah tersebut hilang dalam sekejap ketika Sobat melihat pemandangan di tempat yang Sobat kunjungi saat travelling.

Sobat Dapatkan Pengalaman Mengesankan

Nah, Ketika Sobat memutuskan untuk melakukan travelling dan menjalaninya dengan penuh semangat, kebahagiaan serta kehati-hatian, di sini Sobat bisa mendapatkan pengalaman yang bisa dibilang sangat mengesankan dan mengagumkan. Travelling bisa mengajarkan Sobat tentang kehidupan yang sebenarnya. Melihat orang lain yang tidak pernah Sobat lihat sebelumnya. Melihat bagaimana perjuangan orang-orang di sekitar Sobat untuk saling membantu dan menolong satu sama lain saat berada di tempat yang jauh dan tak biasa untuk Sobat .

Memperbanyak Teman Baru

Yaps, Alasan mengapa travelling sangat penting untuk dilakukan karena agar sobat nesia bisa menambah wawasan, mengenal dunia baru apalagi untuk yang sibuk bekerja kantoran yang dilihat hanya itu-itu saja tiap hari, rasa jenuh pasti ada. Nah disini manfaat travelling juga bertemu dengan orang-orang baru yang juga mencintai dunia travelling. Saat bertemu dengan orang-orang baru ini, sadar atau tidak, Sobat pun bisa menemukan banyak teman baru yang menyenangkan dan mengesankan. dengan bertemu dengan banyak orang pastinya sobat nesia juga bisa melihat kepribadian orang lain yang beragam dan mengagumkan.

Belajar Mengatur Keuangan

Nah, Ketika Sobat memutuskan untuk melakukan travelling, Sobat juga dapat sekaligus belajar tentang bagaimana cara mengatur keuangan. Sobat juga akan memiliki rencana yang baik ke depan agar uang yang ada di dalam diri Sobat bisa digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama. Nah ini buat yang boros nggak bisa nabung, dengan travelling dipercayai dapat mengajarkan sobat bagaimana menyimpan uang dengan baik dan terencana karena sebelum berwisata pastinya kita sudah menyiapkan semuanya dengan matang dari tempat wisata, akomodasi dan bahkan bisa sampai detail biaya yang tidak terduga sobat bisa memprediksinya.

Menambah Wawasan

Travelling juga merupakan salah satu cara mudah bagi Sobat untuk mendapatkan wawasan tambahan yang lebih baik. Di tempat baru, bersama teman-teman baru dan dengan pengalaman baru, wawasan Sobat pun akan semakin bertambah dan baru. So, ketika Sobat ingin mendapatkan wawasan baru, mulailah untuk menyukai travelling. Nah, Jika Sobat punya libur sekolah atau kerja, ajak orang tercinta melakukan travelling dan melihat dunia diluarsana yang belum pernah Sobat lihat sebelumnya.

Itulah alasan kenapa travelling penting untuk dilakukan. Selain alasan di atas, travelling juga sangat baik untuk meningkatkan performa fisik Sobat. Travelling juga akan membuat perasaan Sobat menjadi lebih bahagia, lebih tenang dan lebih damai. Ups tapi ingat, agar traveling semakin berkesan dan dapat sesuai dengan apa yang ada di pikiran Sobat, pastikan untuk melakukan riset tempat travelling di tempat-tempat yang memang Sobat sukai.

Nah, Demikian alasan kenapa Sobat Nesia harus melakukan travelling. Semoga aktivitas traveling nya menyenangkan ya.

Baca juga :

Kamis, 07 September 2017

Culture - Lolos Sebagai Manusia Api, TRADISI BARAPEN


Satu atraksi Culture yang cukup mendebarkan dimana beberapa orang baik pria maupun wanita menari-nari berjalan mengitari tumpukan batu yang panas membara sambil sesekali mereka berjalan diatas batu panas tersebut. Tradisi ini oleh orang Biak Numfor disebut Barapen atau tradisi Bakar Batu. Adapun cara melestarikan tradisi Barapen dengan berkumpulnya warga untuk memasak bersama mengunakan media batu panas dan orang Biak Numfor mengartikan bahwa mereka yang sanggup  melintas berjalan di atas batu panas ini lolos sebagai manusia api. Berjalan di atas batu membara inilah yang membedakan tradisi Barapen di Papua pada umumnya.


Sejarah Barapen
Disebut tradisi Bakar Batu karena masyarakat menggunakan media batu untuk memasak makanan. Jenis makanan yang bisa dimasak disini antara lain keladi, ubi, pisang, daging dan sayuran. Caranya adalah kayu bakar yang berukuran cukup besar disusun bertumpuk-tumpuk berbentuk persegi. Diatas kayu tersebut di susun sejumlah batu dengan jumlah sesuai kebutuhan kemudian kayu dibakar. Batu yang telah disusun tersebut dibiarkan selama kayu dibakar hingga habis dan menjadi arang. Setelah prosesi telah dilaksanakan dengan baik selanjutnya abu dan arang kemudian disingkirkan dari area tersebut dan tersisa batu yang telah panas tersebut siap digunakan untuk memasak bahan makanan.


Cara Memasak Barapen
Cara memasaknya cukup unik. Bahan makanan disusun rapi diatas batu yang panas membara tadi dengan dialasi daun yang lebar, seperti daun keladi dan sapiai yang biasa digunakan masyarakat untuk membungkus batu. Urutan penyusunan bahan makanan dan batu panas sebagai media pemasakan cukup unik yaitu bahan makanan yang akan dimasak ini ditumpuk lagi dengan batu panas kemudian di atasnya disusun lagi bahan makanan lain yang sebelumnya juga diberi alas, begitu seterusnya sampai lapisan terakhir. Jadi sistem pemasakan disini tumpukan batu panas yang berada dilapisan paling atas pastikan tertutup rapat dengan dibungkus menggunakan daun hingga benar-benar tertutup rapat agar panas yang dihasilkan batu tetap terjaga sampai bahan yang dimasak matang merata. Begitu makanan matang, daun pembungkus dilepaskan dan batu yang ditumpuk disingkirkan secara beraturan agar tidak tercampur dengan sisa pembakaran ataupun berserakan sehingga hanya  tersisa beberapa makanan yang telah masak dan siap dinikmati.

Baca juga :

Rabu, 06 September 2017

Culture - Keindahan Selepas Fajar di Pasar Terapung LOKBAINTAN


Kembali ke Banjarmasin, kami berusaha mencari pengalaman yang berbeda. Dua tahun lalu, umpamanya, kami mengunjungi pasar terapung Muara Kuin di Sungai Barito. Kini, mendengar info dari kawan-kawan traveler Banjarmasin, pasar terapung di Muara Kuin nyaris punah. Hal itu masuk akal. Akses jalan darat di Muara Kuin semakin bagus, sehingga pola transportasi bergeser, penggunaan perahu di di kawasan itu berkurang, termasuk dalam sektor perdagangan tradisional. Pasar terapung Muara Kuin yang pukul tujuh pagi sudah mulai sepi, kini semakin sunyi. 

Tapi tidak demikian halnya dengan pasaar terapung Lok Baintan. Pasar ini terletak di desa Sungai Pinang, Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Banjar. Cuma, cara mencapainya mirip. Kami juga bangun di pagi buta, sekitar pukul 04.30. Maklum, aktivitas pasar ini hanya buka di pagi hari.
Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk mencapai Pasar terapung Lok Baintan. Bisa sambung-menyambung jalan darat atau jalur sungai. Tapi yang lebih praktis, ya menggunakan jalan sungai saja. Kebetulan hotel yang kami tempati bermalam di tengah kota Banjarmasin terletak persis di tepi sungai. Bahkan di depannya terdapat dermaga tempat berlabuhnya beberapa perahu. Tarif pergi-pulang Rp. 250.000,-. Kawan yang menemani kami di Banjarmasin mengatakan waktu tempuh dengan perahu ini sekitar 45 menit. Itu sebenarnya cukup untuk menambah waktu tidur kami di dalam perahu yang sangat kurang. Tetapi desir sungai dan desah angin subuh rasanya sayang untuk dilewatkan. Jadilah saya duduk di buritan perahu, kadang pindah ke haluan, menghadang angin yang meliuk di atas sungai selama perjalanan. Dan itu ada bayaranya, ketika ‘breaking dawn’. Secara bertahap pergantian hari dari gelap ke terang dimulai. Warna putih mulai terbersit di ufuk. Suara kecipuk air yang terbelah oleh laju kapal dan desir angin saling mengejar. Hanya, kami tak lagi sendiri di tengah sungai. Satu dua sampan kecil mulai tampak agak di tepi sungai. Meraka, ibu-ibu yang akan berjualan di pasar terapung Lok Baintan. Artinya, kami sudah mulai dekat dengan lokasi tujuan.

Ya, di depan kami membentang sebuah jembatan, menggantung diatas keheningan Sungai Martapura Lok Baintan. Kami pun menepi. Dari atas jembatan kami melihat pemandangan yang berbeda sesudah sejak subuh di tengah sungai. Pada gerbang salah satu jembatan tertulis “Lok Baintan Hanging Bridge,. Welcome to Lok Baintan Floating Marke, the Hidden Beauty of South Borneo”.
Dan itu benar. Tak jauh dari situ berkumpul para penjual, yang kebanyakan kaum ibu. Di atas jukung-jukung itu mereka berjualan. Yang diperdagangkan adalah hasil bumi produksi pertanian atau kebun mereka, seperti sayur-mayur dan buah-buahan. Tapi layaknya pasar, ada pula yang menjual beras. Dan karena pasar ini sudah menjadi konsumsi wisata, maka banyak pula yang menjual makanan jadi seperti kue-kue dan panganan sarapan pagi lainnya.

Para penjual ini berasal dari anak Sungai Martapura, seperti Sungai Lenge, Sungai Bakung, Sungai Paku Alam, Sungai Saka Bunut, Sungai Madang, Sungai Tanifah, dan Sungai Lok Baintan.
Yang menarik dari Pasar Terapung ini, tidak banyak argumentasi tawar-menawar. Masing-masing seperti sudah paham nilai masing-masing yang akan dibeli. Selain itu, uang tidak senantiasa menjadi alat tukar, karena sistem barter sesama mereka masih berlaku. Sekita pukul delapan hingga sembilan pagi, para penjual ini mulai meninggalkan pasar satu persatu. Namun bagi para penggemar photography, sepanjang waktu itu tersedia lahan berburu photo yang menantang, bila jeli. Tapi benar, dari sekian banyak aktivitas khas di Kalimantan Selatan, inilah salah satu keindahan khas yang tersisa.

Selain di Muara Kuin yang mulai surut, pasar terapung di Kalimantan Selatan yang masih berdenyut adalah di Lok Baintan, keindahan yang tersisa usai fajar. Barter masih berlaku disini.

Baca juga : 

Selasa, 05 September 2017

Culture - Sejarah Kalingga yang Tersisa di Dieng


Nama Dieng gabungan dari dua Bahass Kawi “di” yang berarti “tempat” atau “gunung dan “Hyang” yang bermakna Dewa. Artinya keseluruhan, tempat bersemayamnya para Dewa. Di kawasan ini terletak beberapa Candi-candi Hindu yang mulai dibangun pada abad ke-7. Diduga, inilah kumpulan Candi tertua di Jawa dan banyak diyakini merupakan Candi tertua di Indonesia. Para ahli memperkirakan kumpulan candi ini dibangun atas perintah raja-raja Wangsa Sanjaya. Di sini juga ditemukan sebuah prasasti berangka tahun 808 Masehi, Prasasti tertua bertuliskan huruf Jawa kuno yang masih ada hingga kini.

Analisis para ahli, pembangunan Candi Dieng diperkirakan berlangsung secara dua tahap. Yaitu yang diawali dengan tahap pertama yakni Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi dan Candi Gatutkaca, berlangsung antara akhir abad ke-7 sampai awal abad ke-8. Tahap kedua merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang berlangsung sampai tahun 780 M.

Setelah sekian lama menghilang tertutup tanah dan air telaga, banyak pendapat bahwa Candi-candi di Dieng pertama kali ditemukan kembali sekitar pada tahun 1814 oleh seorang tentara Inggris yang sedang berwisata ke daerah Dieng dan tidak sengaja melihat sekumpulan Candi tersebut yang terendam dalam genangan air telaga. Dan sekitar pada tahun 1856, Van Kingsbergen yang memimpin pasukan dan masyarakat untuk berupaya pengeringan telaga tempat kumpulan Candi tersebut berada yang dilanjutkan kembali oleh pemerintah Hindia Belanda tahun 1864 untuk dicatat dan difoto oleh Van Kinsbergen. Sebagai informasi, Kinsbergen adalah pengukir berkebangsaan Belanda yang banyak mendokumentasikan aset arkeologi di Indonesia. Dia pulalah yang membuat foto pertama Candi Borobudur setelah direstorasi, tahun 1873.


Baca juga : 

Senin, 04 September 2017

Culture - Sejarah Singkat Candi Dieng Secara Misterius Ditinggalkan


Cndi-candi di kawasan Candi Dieng terbagi menjadi tiga kelompok dan satu Candi yang berdiri sendiri. Nama-namanya diambil berdasarkan nama tokoh dalam kisah Mahabarata. Ketiga kelompok tersebut adalah kelompok Arjuna, Kelompok Gatutkaca dan kelompok Dwarawati. Sedangkan satu Candi yang berdiri sendiri adalah Candi Bima.

Kelompok Arjuna
Terdiri atas Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Sambadra dan Candi Puntadewa, memanjang dari selatan ke utara. Tepat di depan Candi Arjuna, terdapat Candi Semar. Keempat Candi di komleks ini menghadap ke barat, kecuali Candi Semar yang menghadap ke Candi Arjuna. Kelompok Candi ini bisa dibilang Candi yang paling utuh dibandingkan dengan kelompok Candi yang lainnya di kawasan Dieng.

Kelompok Gatutkaca
Sedangkan kelompok Gatutkaca terdiri atas Candi Gatutkaca, Candi Setyaki, Candi Nakula, Candi Sadewa, Candi Petruk dan Candi Gareng. Namun saat ini yang masih dapat dilihat bangunannya hanyalah Candi Gatutkaca. Keempat Candi lainnya hanya tersisa reruntuhannya.

Kelompok Dwarawati
Adapun kelompok Dwarawati terdiri atas empat Candi yakni Candi Dwarawati, Candi Abiyasa, Candi Pandu dan Candi Margasari. Akantetapi, saat ini yang berada dalam kondisi relatif utuh hanya satu Candi, yaitu Candi Dwarawati.

Candi Bima
Sementara, Candi Bima terletak menyendiri di atas bukit. Candi ini merupakan bangunan terbesar diantara kumpulan Candi Dieng. Bentuknya berbeda dari Candi-candi di Jawa Tengah umumnya, Seolah-olah denah dasarnya Candi Bima berbentuk segi delapan.

Jadi kalau mau ditaksir kronologinya, setelah para kesatria, pendeta dan rakyat kerajaan Hindu Kalingga berpacu dalam hujan dan cuaca dingin mengerjakan Candi-candi mereka, barulah para kesatria, paderi Budha dan pekerja merancang, menyusun batu dan memahat Candi Borobudur sebagai simbol peradaban dan keagamaan.

Sayangnya, pada peralihan melennium pertama, Candi-candi ini secara misterius ditinggalkan. Bisa dibilang, yang tampak sekarang adalah semi-reruntuhan Candi. Konon masih banyak Candi yang belum tergali, masih tersimpan dibawah tanah. Tetap menjadi saksi bisu sejarah Kalingga.


Baca juga : 

Minggu, 03 September 2017

Culture - Kekayaan Alam Dieng yang Melimpah dan Misterius


Sebagai fitur vulkanik yang terbentuk dari jatuhnya tanah setelah letusan vulkanik dengan puncak-puncak gunung disekelilingnya, salah satu ciri pegunungan Dieng adalah pegunungan yang mempunyai banyak kawah sebagai keluarnya gas dan berbagai material vulkanik lainnya. Jadi memang ada bahaya uap air, gas beracun dan mungkin sering terjadi gempa bumi, letusan lumpur, tanah longsor dan banjir.

Di kawasan ini tercatat beberapa kawah yang masih aktif seperti kawah Candradimuka, Sibanteng, Siglagah, Sikendang (berpotensi gan beracun), Sikidang, SileriSinila (berpotensi gas beracun). Dari semuanya, kawah sinila mempunyai catatan yang menggegerkan ketika meletus pada pagi hari 20 Februari 1979. Peristiwa Gempa yang ditimbulkan membuat warga sekitar riuh berlarian ke luar rumah, namun naas banyak dari mereka yang terperangkap gas racun yang keluar dari Kawah Timbang akibat terpicu letusan Sinila. Tercatat 149 orang warga tewas akibat keracunan gas.

Sedangkan di sisi-sisi kaldera raksasa itu terdapat puncak-puncak gunung seperti Gunu Perahu (2.565m), Gunung Pakuwaja (2.395m) dan Gunung Sikunir (2.263m).

Kawasan Dieng juga punya telaga seperti Telaga Warna, Telaga Cebong, Telaga Merdada, Telaga Pengilon, Telaga Dringo, dan Telaga Nila. Yang paling terkenal adalah Telaga Warna yang sering memunculkan nuansa merah, hijau, biru, putih, dan lembayung. Nah, berdampingan dengan Telaga Warna adalah Telaga Pengilon. Uniknya, warna air di telaga ini bening seperti tidak tercampur belerang. Selain itu, yang membatasi Telaga Warna dan Telaga Pengilon hanyalah rawa kecil. Selain itu, di kawasan kedua Telaga ini terdapat gua-gua sakral yang kerap digunakan untuk aktivitas oleh spiritual seperti gua Semar, Gua Jaran dan Gua Sumur.

Selain Itu Dieng banyak memiliki sumber-sumber energi hidrotermal seperti yang terdapat di tiga lapangan hidrotermal utama, yaitu Pakuwaja, Sileri dan Sikidang. Di ketiganya terdapat fumarola (kawah uap) aktif, kolam lumpur, dan lapangan uap. Tidak hanya itu melainkan mata air panasbanyak  ditemukan disekitar dataran tinggi Dieng, diantaranya di Siglagah, Bitingan, Pulosari, dan Jojogan, dengan kisaran suhu rata-rata mulai dari 25C (Jojogja) sampai 58C (Siglagah).
Kini, di Dieng juga terdapat Dieng Volcanic Theater untuk melihat Film tentang kegunungapian di Dieng. Yang jelas, untuk trekking backpacker, kawasan ini sangat menyenangkan.

Penghasil Sayuran terbaik Dataran Tinggi Dieng
Kawasan Dieng merupakan penghasil sayuran berkualitas terbaik di dataran tinggi untuk wilayah Jawa Tengah. Kentang adalah komoditas utama yang dihasilkan di tanah Dieng, dengan ukuran yang berfariatif besar, kecil dan sedang. Uniknya, selain kentang dengan warna kekuningan, ada pula kentang berwarna merah dan ungu. Tidak hanya itu dataran tinggi Dieng dengan kekayaan alam nya mampu menghasilkan sayuran dengan kualitas terbaik seperti kubis, wortel, dan berbagai bawang-bawangan yang dihasilkan dari para petani setempat. Selain sayuran, Dieng juga merupakan sentra penghasil utama pepaya gunung (carica) dan jamur.
Misteri Tari topeng Lénggér, Wonosobo

Cuture - DIENG Misteri Negeri Diatas Langit Jawa


Kawasan seluas 900.000-an hektar ini bagai supermarket wisata di dataran tinggi. Ada kawah-kawah yang masih aktif, telaga, sumur legenda, goa keramat, mata air, beberapa bukit hingga candi-candi tertua. meski masih menjadi misteri, kenapa pada peralihan milenium pertama candi-candi ini ditinggalkan.

Ketika Artikel ini diterbitkan pada Agustus 2017, Kami menulis di kolom "Traveling" tentang Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah. Sebagai Napak Tilas kami pada edisi spesial Epic Nesia, kami mencoba short trip kembali ke kawasan wisata yang usenantiasa punya magnet tersendiri itu. Ya, tentu saja sendiri sudah beberapa kali ke Dieng. Pertama kali tahun 1995, 1998, lalu 2001, dan kini Agustus 2017. Saya melihat beberapa perubahan. Terutama pada situs Candi Arjuna di tengah lekuk dataran tinggi itu. Seakan menjadi hiposentrummagnet orang yang berkunjung ke Dieng untuk berwisata.

Supermarket di Lapisan Awan
Sedikit pengenalan dapat diinformasikan bahwa Dieng adalah daerah kawasan pegunungan di Jawa Tengah yang masuk wilayah Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara yang mempunyai letak geografis diisebelah barat komplek Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Dahulunya kawasan ini adalah gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Sebuah kaldera vulkanik purba yang tidak lagi meletup. Bisa dikatakan mati. Nah, dataran ditengahnya Dieng itulah kawah yang telah mati, dikelilingi bukit-bukit yang membentuk sabuk mengelilinginya. Ditengah dataran itulah Kerajaan Kalingga-kerajaan yang muncul di Jawa Tengah pada abad ke-6 Masehi membangun candi-candi. Saat awal kita memasuki kawasan ini, tampak sambutan selamat datang di Dieng, berupa monumen tembok, yang sekaligus menjelaskan bahwa saat itu kita sedang berada di sebuah kawasan desa dengan ketinggian 2.093 meter dari permukaan laut! Wow, Mungkin ini desa (moderen) tertinggi di Pulau Jawa.

Pada saat musim kemarau disekitar bulan Juli dan Agustus, Suhu udara kawasan tinggi Dieng dapat mencapai hingga 0 C di pagi hari dan memunculkan embun beku seperti kristal yang oleh penduduk setempat disebut "bun upas" alias "embun racun" lantaran menyebabkan kerusakan pada tanaman di ladang mereka. Pastinga dengan ketinggian sedemikian itu, membuat temperatur suhu udara di Dieng terbilang cukup dingin, berkisar antara 15-20 C saat siang hari dan 5 C saat malam hari.
Dikawasan Seluas 900.000-an hektar ini sebenarnya kita bisa menikmati petualangan wisata yang cukup komlit, mulai dari wisata alam, agro, hingga sejarah. Bisa dibilang, ini 'supermarket' kecil untuk sebuah destinasi wisata.

Sebagai tambahan, kurang diketahui orang banyak bahwa di dekat kompleks Candi Arjuna, Dieng, terdapat bangunan yang diberi nama Pendopo SoehartoWhitlam. Di situ, pada 7 September 1974 Presiden RI Soeharto dan Perdana Menteri Australia Gough Whitlam bertemu. Bocoran media Australia, inti pertemuan adalah Australia mendukung integrasi Timor Timur (kini Timor Leste) ke Indonesia. Tahun berikutnya, 7 Desember 1975, pasukan ABRI mendarat di Timor Timur.

Demeikian misteri dan sejarah singkat tentang dataran tinggi Dieng, semoga dapat menambah wawasan daya tarik tersendiri untuk para traveler yang ingin berkunjung di dataran tinggi Dieng.

Baca juga : 
Misteri Tari topeng Lénggér, Wonosobo

Kamis, 03 Maret 2016

Wisata di Kawasan Singaraja Bali yang menarik untuk dikunjungi

Wisata Singaraja Bali

Kawasan Sigaraja tidak asing lagi untuk para wisatawan lokal dan luar negeri, berda di kabupaten Buleleng Bali, yang berbatasan dengan laut Jawa. Singaraja menawarkan tempat Wisata Alam yang memiliki panorama sangat indah terlihat di sepanjang jalan menuju tempat-tempat wisata masih banyak pemandangan alami. Ada beberapa tempat wisata di Singaraja yang sayang untuk kamu lewatkan saat berkunjung ke Bali. 

1. Pantai Lovina

Lumba Lumba Pantai Lovina Bali

Pantai Lovina bisa di bilang icon di wilayah Singaraja, di pantai ini Kamu bisa menyelam atau senorkeling dengan melihat ribuan lumba-lumba yang menyelam dan melopat di udara setiap pagi. Pasir yang kehitam-hitaman menjadikan Lovina terlihat lebih eksotik dan tak heran jika banyak wisatawan luar sangat tertarik untuk mengunjungi di bandingkan pantai yang lainnya.

2. Terrace Rice Busungbiu

Terrace Rice Busungbiu Singaraja Bali

Ini yang menjadikan wilayah Singaraja terlihat unik karena selain adanya panta yang indah, suhu yang lumayan panas tetapi memiliki panorama alam yang menarik berupa hamparan persawahan yang tertata rapih dan indah karena dilatarbelakingi oleh perbukitan hijau yang masih sangat alami. Ditambah penduduk sekitar yang ramah menjadikan Bungsubiu seakan kita sedang tinggal di desa dalam kota kota.

3. Pulau Manjangan

Wisata Pulau Manjangan Singaraja Bali

Pulau menjangan adalah pulau karang terletak di ujung barat laut Pulau Bali. Pulau ini mudah dijangkau lewat Labuhan Lalang di Desa Sumber Klampok Kecamatan Gerokgak ± 55 km sebelah selatan Kota Singaraja. Pulau Menjangan merupaka salah satu tempat menyelam terbaik di Dunia. Disini keindahan dan misteri pemandngan bawah laut dapat ditemukan. Kecantikan taman lautnya telah mampu menarik perhatian para penyelam tingkat dunia. Pulau ini adalah bagian dari TNBB (Taman Nasional Bali Barat) dan semua kehidupan di pulai ini dilindungi.

4. Spot penyelaman Pemuteran

Wisata Spot penyelaman Pemuteran Singaraja Bali

Hamparan air yang tenang, jernih dan di hiasi rimbun pepohonan mempercantik kawasan ini. Desa Pemuteran merupakan desa yang berada di tepi Pantai Pemuteran. Di Desa ini terdapat karang laut yang dipelihara secara profesional, proyek penangkaran penyu, Pura Pemuteran yang terkenal dengan sumber air panasnya, dan merupakan kawasan diving dan snorkeling untuk para wisatawan untuk menikmati pemandangan taman bawah laut yang begitu indah.

5. Air Terjun Gitgit

Wisata Air Terjun Gitgit Singaraja Bali

Sangat istimewa tentunya setelah kita berpanas-panasan di  pantai masih di suguhi keindahan alam berupa Air Terjun, terletak di Desa Gitgit Kecamatan Sukasada. Dari Kota Singaraja berjarak 11 km ke arah selatan menuju Desa Pancasari dan Bedugul. Air Terjun yang berketinggian ± 35 meter ini sangat asri dan memiliki panorama yang indah dan berada di lingkungan yang berhawa sejuk. Turun dengan jalan kaki setelah melewati tempat parkir Gitgit, beberapa pemuda lokal yang di organisir oleh desa adat setempat menawarkan jasa mengantar para wisatawan menuju Air Terjun Gitgit. Di sepanjang perjalanan terdapat pemandangan sawah dan beberapa shop-shop tempat membeli barang yang unik sebagai kenang-kenangan seperti kain, patung, lukisan dan ukiran.

6. Air Terjun Les

Wisata Air Terjun Les Singaraja Bali

Air Terjun Les ini terletak di Desa Les Kecamatan Tejakula, ±38 km timur dari Kota Singaraja. Air Terjun ini mencapai tinggi kurang lebih 30 meter yang dikelilingi oleh pemandangan alam yang masih alami dengan latar belakang perbukitan. Disamping air terjun, desa ini juga mempunyai potensi yang tidak kalah menariknya seperti pantai Desa Les yang terletak di sebelah utara tidak jauh dari air terjun ini yang memiliki keindahan pemandangan bawah laut. Disamping itu, di daerah pantainya juga masih terdapat kegiatan pembuatan garam secara tradisional, yang merupakan mata pencaharian pokok dari beberapa penduduk setempat.

7. Air Sanih

Wisata Air Sanih Singaraja Bali

Obyek wisata Air Sanih merupakan sebuah kolam renang yang alami. Terletak di desa Sanih, kecamatan Kubutambahan ± 17 km sebelah timur kota Singaraja. Air Sanih terkenal dengan sumber mata air yang muncul tanpa henti di pojok tenggara kolam renang. Mata air ini merupakan aliran sungai dalam tanah yang berasal dari Danau Batur di Kintamani. Terdapat dua buah kolam untuk dewasa dan anak-anak, tempat ini cocok untuk liburan sambil refreshing dengan merendamkan badan jika melihat ke utara akan tampak pemandangan laut yang begitu indah.

8. Danau Buyan

Wisata Danau Buyan Singaraja Bali

Keindaham alam yang hening sejenak melupakan kepenatan hidup sangat cocok apalagi untuk kamu yang di tinggal di perkotaan. Danau Buyan adalah danau yang bersebelahan dengan danau tamblingan, terletak di jalan raya bedugul-Pancasari jarak dari singaraja sekitar 25 km, pemandangan danau yang di hiasi tempat istirahat yang menyenangkan juga bisa rekreasi memancing.

9. Desa Ambengan ( Rice Terrace Ambengan )

Wisata Desa Ambengan Rice Terrace Ambengan Singaraja Bali

Ambengan, sebuah desa yang posisinya di atas bukit hijau di Kecamatan Sukasada yang jaraknya sekitar 6 km sebelah selatan kota Singaraja. Karena letaknya di daerah perbukitan serta mayoritas penduduknya bertani, desa ini dihiasi oleh hamparan sawah yang sangat indah. Disamping potensi terraseringnya, Ambengan juga memiliki lebih dari empat air terjun dan beberapa buah kolam alami yang cukup lebar serta sangat eksotis yang sering disebut sebagai sebuah taman yang tersembunyi, dimana para wisatawan bisa berenang sambil menikmati hawa sejuk.

11. Ulun Danu Beratan

Wisata Ulun Danu Beratan Singaraja Bali

Danau Bratan adalah sebuah danau yang terletak di kawasan Bedugul, Desa Candikuning, yang berjarak sekitar 50 km dari singaraja, sebenarnya bukan kawasan daerah Singaraja tapi lokasinya merupakan jalur Singaraja - Denpasar. Danau yang terletak paling timur di antara dua danau lainnya yaitu Danau Tamblingan dan Danau Buyan, yang merupakan gugusan danau kembar di dalam sebuah kaldera besar, Danau Bratan terbilang cukup istimewa berada di jalur jalan provinsi yang menghubungkan Denpasar-Singaraja serta letaknya yang dekat dengan jalan raya dan juga terdapat dua lokasi tempat parkir, pemandangan danau yang begitu menawan dapat menghilangkan rasa jenuh di kepala, bagi para pengendara sangat cocok sebagai tempat peristirahatan sejenak sambil menikmati pemandangan danau, terdapat pula tempat refreshing dengan berlayar di permukaan air danau dengan boat untuk mengelilingi danau.

12. Air Panas Banjar

Wisata Air Panas Banjar Singaraja Bali

Terletak di Desa Banjar, Kecamatan Banjar ± 19 km sebelah barat dari Kota Singaraja dan ± 1 km sebelah barat Wihara Budha. Air Panas Banjar dikenal sebagai sebutan Hot Spring sudah tidak asing lagi bagi para praktisi pariwisata. Berbagai tamu dari mancanegara telah mengunjungi wisata alam ini. Air panas yang muncul dari perbukitan setempat dibuat bertingkat, ditingkat pertama terdiri dari beberapa pancoran dimana wisatawan dapat mandi air panas. Kolam kecil juga tersedia pada tingkatan ini. Pada tingkatan kedua kolam dibuat lebih besar. Sangat cocok untuk liburan sambil mandi dan merendamkan badan.

13. Vihara Banjar

Wisata Vihara Banjar Singaraja Bali

Terletak di Desa Banjar Tegeha, 18 km arah barat Singaraja.2 Km ke Selatan dari jalan raya Singaraja-Seririt. Vihara ini terletak di kaki bukit menghadap ke laut. Brahmavihara-Arama lebih dikenal dengan nama Vihara Buddha Banjar merupakan Vihara buddha yang terbesar di Bali. Areanya cukup luas. Dari tempat ini dapat melihat pemandangan Laut Bali Utara yang membentang dari arah timur sampai ke barat karena letaknya di daerah perbukitan, hal ini menjadikan Vihara Buddha ini memiliki daya tarik yang kuat untuk wisatawan baik mancanegara maupun nusantara. Tugu yang mengesankan adalah lonceng kuil yang besar, sumbangan dari Thailand, fanel-fanel yang mencerminkan cerita Budha, dan juga patung Budha. Memberikan tempat ideal bagi mereka yang mencari tempat meditasi.

14. Taman Nasional Bali Barat (TNBB)

Wisata Taman Nasional Bali Barat Singaraja Bali

Terletak di bagian barat Pulau Bali, di desa Sumber Klampok Kecamatan Gerokgak ± 70 km sebelah barat Kota Singaraja. Taman Nasional Bali Barat (TNBB) mencakup area seluas 7700 km2, sebagian besar wilayah Kabupaten Buleleng (di Desa Sumber Klampok) dan sisanya di wilayah Kabupaten Jembrana. Areal ini secara resmi dinyatakan sebagai taman nasional melalui keputusan dirjen kehutanan no.46/kpts/sek/84 dengan tujuan melindungi dan melestarikan keberadaan flora dan fauna. Fauna yang paling terkenal adalah "Jalak Bali" atau Bali Starling, satwa yang dilindungi. Areal ini adalah habitat asli dari jalak putih yang tidak terdapat di tempat lain di dunia. Bagi mereka yang ingin melihat spesies ini bisa berkunjung ke TNBB melalui Tegal Bunden ± 1,5 km barat laut Desa Sumber Klampok.

15. Ponjok Batu 

Wisata Ponjok Batu  Singaraja Bali

Pura Ponjok Batu berlokasi di pinggir pantai yang termasuk wilayah desa Pacung, kecamatan Tejakula, kabupaten Buleleng dan berjarak sekitar 24 km sebelah timur Singaraja. Berdasarkan nama Ponjok Batu berasal dari kata Tanjung Batu dan lingkungan sekitar pura ini merupakan sebuah tanjung yang terdiri dari batu-batu dan ditumbuhi pohon-pohon kamboja. Pura Ponjok Batu adalah pura tempat pemujaan atau persembahyangan umum bagi umat Hindu untuk memohon keselamatan. Di depan areal pura yang dibatasi dengan jalan raya menuju Amlapura terlihat pemandangan laut Jawa yang tenang. Selain itu di sekitar lokasi pura terdapat beberapa sumber air yang dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk keperluan sehari-hari. 

16. Pura Agung Pulaki

Wisata Pura Agung Pulaki Singaraja Bali

Pura Agung Pulaki adalah salah satu Pura Hindu terbesar di Bali yang terletak di sisi pantai bagian barat kota Singaraja. Arsitektur Pura ini didominasi oleh warna hitam dan batu putih. Pura Pulaki memiliki pemandangan yang spektakuler untuk dinikmati oleh setiap pengunjung yang datang. Dengan memasuki Pura, pengunjung dapat melihat secara jelas warna biru laut Jawa yang indah yang dikelilingi oleh perbukitan hijau.

17. Pura Dalem Jagaraga

Wisata Pura Dalem Jagaraga Singaraja Bali

Pura Dalem Jagaraga terlatak di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan ± 11km dari kota Singaraja. Desa ini terkenal dengan sebutan ‘Puputan Jagaraga’ (perang melawan belanda pada tahun 1848 di bawah komando I Gusti Ketut Jelantik). Pura ini memiliki keunikan tersendiri yaitu Dilingkungan Pura Dalem Jagaraga terdapat relief mobil kuno yang dikendarai oleh orang bersenjata, relief pesawat jatuh, relief orang Belanda minim bir, dan lain sebagainya. (cerita rakyat Bali).

18. Desa Sembiran

Wisata Desa Sembiran Singaraja Bali

Desa Sembiran terletak ± 1km dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Buleleng. Desa ini terkenal sebagai pengrajin emas dan perak dengan gaya yang unik khas Beratan. Disini pengunjung yang datang bisa melihat cara pengolahan bahan mentan hingga menjadi kerajinan emas dan perak.

19. Museum Gedong Kirtya

Wisata Museum Gedong Kertya Singaraja Bali

Museum Gedong Kerty terletak di lingkungan Pura Seni Sasana Budaya Singaraja yaitu di jalan Veteran no. 23 Singaraja. Gedong Kertya adalah sebuah museum yang menyimpan lontar/perpustakaan lontar satu-satunya di Indonesia bahkan di Dunia yang menyimpan 4000 lontar yang disimpan dalam kotak kayu. Disini terdapat koleksi dan salinan teks dengan tulisan tangan yang berhubungan dengan kesastraan Bali, mitos, pengobatan dan mantra-mantra.

20. Museum Buleleng

Wisata Museum Buleleng Singaraja Bali

Museum Buleleng terletak berdekatan dengan Gedong Kertya. di Museum Buleleng ini terdapat Koleksi peninggalan purbakala seperti sarkofagus, patung, senjata. Benda-benda seni seperti lukisan, kain-kain, kerajinan Emas, perak, dan benda-benda lainnya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Bali Utara.

21. Pelabuhan Buleleng 

Wisata Pelabuhan Buleleng  Singaraja Bali

Pelabuhan Buleleng Terletak disebelah pesisir utara Kota Singaraja. Dijaman dulu ketika Singaraja sebagai ibu kota dari Nusa Tenggara adalah merupakan pusat pelayaran yang penting. Keputusan memindahkan Ibu Kota Propinsi Bali dari Bali Utara ke Bali Selatan adalah berdasarkan dibaginya Nusa Tenggara menjadi 3 propinsi, membuat Pelabuhan Buleleng menjadi kurang berfungsi. Kemerosotan pelabuhan buleleng mencapai puncaknya ketika pembangunan Pelabuhan Celukan Bawang ± 40 km arah Barat Singaraja. Namun sejak Tahun 2005 bekas Pelabuhan Buleleng ini telah ditata oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng dengan penataan taman serta bekas dermaga kayu yang sudah usang diperbaharui dilengkapi dengan sarana restauran terapung. sangat cocok untuk rekreasi bersama pasangan sambil menikmati pemandangan sunset dari atas laut.

Baca juga : Tempat Wisata di Bali

Note
Lokasi : Buleleng, Singaraja, Bali.
Sumber refrensi : swirtanaya.blogspot.co.id, his-travel.co.id

Rabu, 02 Maret 2016

Tempat Wisata di Bali

Tempat Wisata di Bali

Bali merupakan daerah pariwisata primadona yang terkenal di seluruh dunia, selain terkenal dengan alam dan pantainya, Bali juga menawarkan tempat wisata yang sangat lengkap seperti wisata seni budaya yang unik, wisata spiritual dan tempat-tempat yang menarik. Destinasi wisata yang terpadu dan beda dengan kota lainnya.

Pembangunan sarana hunian wisata yang berkelas internasional akhirnya dimulai dengan pengembangan kawasan Nusa Dua menjadi resort wisata internasional. Dikelola oleh Bali Tourism Developmnet Corporation, suatu badan bentukan pemerintah, kawasan Nusa Dua dikembangkan memenuhi kebutuhan pariwisata bertaraf internasional. Beberapa operator hotel masuk kawasan Nusa Dua sebagai investor yang pada akhirnya kawsan ini mampu mendongkrak perkembangan pariwisata Bali.

Sebagai akibat dari perkembangan kunjungan wisatawan, berbagai sarana penunjang seperti misalnya restoran, art shop, pasar seni, sarana hiburan, dan rekreasi tumbuh dengan pesat di pusat hunian wisata ataupun di kawasan obyek wisata. Para pelancong yang berkunjung ke Bali, akhirnya memiliki banyak pilihan dalam menikmati liburan mereka di Bali.

Transportasi

Bali terhubung dengan pulau Jawa dengan layanan kapal feri yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk di kabupaten Jembrana dengan Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi yang lama tempuhnya sekitar 30 hingga 45 menit saja. Penyeberangan ke Pulau Lombok melalui Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar yang memakan waktu sekitar empat sampai lima jam lamanya tergantung cuaca.

Untuk transportasi darat antar pulau di bali ada terminal Ubung-Denpasar dan terminal Mengwi yang menghubungkan pulau Bali dengan Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Terminal Ubung di pulau Bali ini melayani berbagai rute antar pulau tujuan Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Madura, Jember, dll. Angkutan antar pulau dilayani oleh armada bus besar dengan kelas ekonomi, bisnis dan eksekutif. Terminal Ubung relatif ramai mulai pukul 15.00 wita-18.00 wita karena pada jam tersebut banyak bis yang mulai berangkat ke kota tujuuan masing-masing. Bagi anda yang datang keterminal ini harap waspada karena banyak calo yang agak memaksa penumpang.

Daftar Tempat Wisata

Hampir keselurahan wilayah di Bali menjadi tempat Wisata terlihat dari besarnya pendapatan daerah yang masuk dari faktor pariwisata. Untuk mempermudah akses tempat berkunjung wisata, Nesia pilih berdasarkan wilayah. 

Bali Wilayah Selatan

  • Trick Art Museum Gallery.
  • Pantai Karma.
  • Pantai Kerobokan.
  • Wisata malam di Legian Kuta (cafe, bar dan diskotik serta resto untuk hangout).
  • Museum Pasifika.
  • Pantai Nusa Dua.
  • Pantai Balangan.
  • Pantai dan Pura Tanah Lot.
  • Pantai Kuta.
  • Pantai Jimbaran.
  • Garuda Wisnu Kencana.
  • Bali Wake Park.
  • Tanjung Benoa Bali.
  • Pantai Legian Kuta.
  • New Kuta Green Park.
  • Bali Shell Museum.
  • Plasa Bali, Discovery Kartika, Lippo Mall dan Beachwalk Shopping Centre.
  • Tari Kecak di Pura Uluwatu.
  • Pantai Seminyak.
  • Dreamland Beach.
  • Pantai Suluban (Blue point beach).

Bali Wilayah Tengah

  • Museum Seni Agung Rai.
  • Pura Gunung Kawi.
  • Istana Tampak Siring.
  • Museum Bali di Denpasar.
  • Mandala Wisata Wenara Wana (monkey forest).
  • Kuliner Bebek Bengil, dan Babi Guling bu Oka.
  • Pura Dalem Agung Padangtegal.
  • Museum Seni Neka.
  • Ubud Palace.
  • Dataran Tinggi Ubud.
  • Taman Burung Bali.
  • Museum Puri Lukisan.
  • Pemandian air panas Toya Bungkah.
  • Museum Blanco Renaissance.
  • Goa Gajah.

Bali Wilayah Timur

  • Taman Ujung.
  • Candidasa.
  • Taman Ujung Sukasada.
  • Pantai Amed.
  • Nusa Lembongan.
  • All Spot Diving (Pura Ped, Bunyuk, Manta point, Pura mas Gading,)
  • Taman Tirta Gangga.
  • Pantai Sanur.
  • Pura Agung Besakih.
  • Taman Safari 3.
  • Menyelam di Pantai Tulamben.
  • Nusa Penida.
  • Nusa Ceningan.

Bali Wilayah Barat

  • Teluk terima.
  • Bakungan dan Klatakan.
  • Pantai Madewi.
  • Prapat Agung.
  • Pantai Beluk Rening.
  • Pura Rambut Siwi.
  • Museum Manusia Purba.
  • Taman Nasional Bali.
  • Pulau Menjangan.
Masih banyak pastinya tempat wisata yang menarik di Bali, buktinya pulau Dewata ini tidak pernah sepi pengunjung dan selalu ramai di kunjungi baik wisatawan lokan maupun manca. Panorama alam yang sangat indah, seni dan budaya yang sangat unik rasanya menjadi daya pikat tersendiri untuk selalu ingin mengunjungi Bali.

Note
Sumber gambar : www.pulauseribuindonesia.com
Sumber refrensi : wikipedia.org, www.baliprov.go.id, www.disparda.baliprov.go.id dan www.wisatania.com

Selasa, 01 Maret 2016

Tempat Wisata di Bandung

Tempat Wisata Bandung

Kota yang tertata apik beserta bangunan sejarah dan kekayaan alam nya yang sangat menarik seakan mempunyai nuansa romantis setiap berkunjung di Bandung. Tidak salah lagi jika kota ini di juluki sebagai kota kembang karena kecantikan kota nya yang masih banyak di hiasi pepohonan dan bunga-bunga. Tidak hanya kota kembang tetapi Bandung juga sering di juluki kota paris van java, kota kuliner dan kota belanja karena banyak di temui factory outlet tersebar di kota ini. Bahkan tahun 2007, British Council menjadikan kota Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia Timur.

Romantis, bangga dan menyenangkan pastinya, karena semua ada di sini. Selain itu akses antar tempat wisata yang terbilang dekat, kota Bandung juga mudah di tempuh dari Jakarta sebagai pusat ibu kota Negara, pastinya menjadi nilai tambah tersendiri untuk berkunjung atau sekedar refresh dengan hirukpikuk di Jakarta. Tidak ada alasan lagi kalo saat ini kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata di Indonesia.

1. Wisata Alam & Outdoor
  • Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Dago Pakar)
  • The Lodge Earthbound Adventure Park
  • Gelanggang Renang Karang Setra
  • Sumber Air Panas Cimanggu
  • Sumber Air Panas Ciwalini
  • Perkemahan Ranca Upas
  • Perkebunan Teh Rancabali
  • Kampung Wisata Pasir Kunci
  • Kebun Bunga Cihideung
  • Objek Wisata Punclut
  • Tangkuban Perahu
  • Situ Cisanti
  • Caringin Tilu
  • Ciater
  • Curug Dago
  • Curug Omas
  • Goa Belanda
  • Goa Jepang
  • Kawah Domas
  • Kawah Putih
  • Situ Ciburuy
  • Situ Cileunca
  • Situ Patengan
  • Taman Juanda
2. Wisata Museum, Edukasi & Sejarah
  • Bank Indonesia Denis 
  • Bank Building
  • Gedung Sate Bandung
  • Gedung Tiga Warna
  • Gereja Katedral Santo Petrus
  • Jalan Braga
  • Kelenteng Satya Budhi
  • Mesjid Raya Bandung 
  • Monumen Bandung Lautan Api
  • Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat
  • Museum Barli
  • Museum Geologi
  • Museum Konferensi Asia Afrika
  • Museum Mandala Wangsit Siliwangi
  • Museum PosMuseum Sri Baduga
  • Pondok Pesantren Daarut Tauhid
  • Pura Agung Wira Loka Natha
  • Sundial Villa Isola
3. Wisata Seni & Bidaya
  • Angklung
  • Barongsai
  • Benjang
  • Calung
  • Celempungan
  • Cianjuran
  • Degung
  • Kacapian
  • Kasidahan
  • Pencak Silat
  • Reog
  • Saung Angklung Udjo
  • Wayang Golek
  • Rumah Adat Cikondang
  • Candi Bojongmenje
4. Wisata Leguler
  • Trans Studio Bandung
  • Kampung Boneka Kain Sukajadi
  • Sentra Jeans Cihampelas
  • Sentra Kain Cigondewah
  • Sentra Kaos Suci
  • Sentra Kerajinan Keramik Kiaracondong
  • Sentra Rajutan Binong Jati
  • Sentra Sepatu Cibaduyut
Buat kalian yang sudah punya rencana berlibur ke Bandung, saran Nesia suhu yang cukup dingin karena karena masih di wilayah pegunungan, udara yang lembab dan sejuk dengan suhu rata-rata 23.5 °C, curah hujan rata-rata 200.4 mm dan jumlah hari hujan rata-rata 21.3 hari per bulan, jangan lupa bawa Jaket dan lihat perkiraan cuaca sebelum berwisata.